Wednesday, September 5, 2012

Memilih Jenis Raket Badminton

Badminton atau bulutangkis merupakan salah satu olahraga populer di dunia saat ini, terlebih di Indonesia. Begitu identiknya olahraga ini dengan Indonesia, tidak heran bila beberapa teman saya yang berasal dari negara lain (Amerika, Australia) mengatakan "badminton is Indonesian's blood".



Hal ini dikatakan bukan tanpa alasan, tetapi berdasarkan pengalaman ketika teman-teman saya berkunjung ke Indonesia, dan beberapa diantaranya datang memang sebagai atlet yang akan bertanding di cabang bulutangkis.

Saya memiliki hobi bermain olaharaga ini, dari mulai saya duduk di bangku Sekolah Dasar hingga sekarang. Saya pernah mengikuti klub ketika saya kecil tetapi tidak diteruskan dikarenakan saya memiliki hobi lain di bidang musik ketika itu. Namun demikian, keluarga besar saya lahir dari lingkungan olahraga, dimana paman saya merupakan salah satu pelatih pribadi Sultan Brunei selama lebih dari 15 tahun, dan saya banyak bergaul dengan teman-teman yang pernah mengecap pendidikan bulutangkis secara profesional; baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam olahraga ini, raket atau racquet merupakan 'senjata pamungkas' atau boleh dibilang komponen sangat penting selain kondisi fisik dan penguasaan teknik permainan. Hingga boleh dikatakan, tidak sedikit atlit yang memiliki lusinan raket yang digunakan untuk latihan, pertandingan, bahkan koleksi. Namun demikian, para penggemar bulutangkis tidak akan pernah sepi dari inovasi raket yang diproduksi oleh para produsen raket di dunia, seiring dengan teknologi dan perkembangan zaman, maka semakin maju pula tingkat kecanggihan dan akurasi raket untuk berbagai tipe pemain.

Disinilah hal penting yang sering saya jumpai dalam kegiatan olahraga bulutangkis ini; hampir beberapa pemain sering mengganti raket dalam setiap game, bahkan dalam setiap jam dalam satu permainan. Ada yang disesuaikan dengan jenis shuttlecock, tipe permainan, bahkan kelembaban udara dimana ia bermain.

Banyak orang bertanya bahkan mencari referensi kepada sesama pemain lain, bagaimana kita menyesuaikan diri dengan raket kita? atau bagaimana jenis raket yang cocok atau bagus? terus terang, selama saya bermain, sudah tidak terhitung berapa kali saya mengganti raket. Ini bukan karena saya bosan atau sekedar membuang uang, tetapi dikarenakan saya terus mencari jenis raket yang cocok untuk saya selama bermain bulutangkis.

Banyak jenis raket yang telah diproduksi oleh bermacam pabrikan ternama dunia, dimana semua memiliki karakter unik yang disesuaikan dengan pasar. Ada beberapa merk ternama yang telah lama muncul seperti Yonex, Ashaway, Carlton, Wilson, Pro Kenex, dan ada pula merk lokal yang sekarang menjadi banyak perbincangan dikalangan penggemar bulutangkis tanah air yaitu produk dengan merk Flypower.




Disini saya tidak akan bercerita banyak tentang olaharaga bulutangkis itu sendiri, tetapi akan sedikit memberi tips tentang 'bagaimana memilih tipe raket yang sesuai dengan kita?'. Boleh dikatakan ini tips, tapi sebenarnya ini hanyalah pendapat saya tentang memilih jenis raket berdasarkan pengalaman dan diskusi dengan berbagai pemain. Dan beruntung saya pernah bermain di negara lain dan berbincang dengan pemain non profesional dan profesional dari negara lain, sehingga banyak referensi yang dapat saya gunakan sebagai acuan membuat tips ini.

Ada beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan bila kita hendak memilih raket yang akan kita gunakan dalam bermain bulutangkis, yaitu:

1. Jenis atau tipe permainan.
Tipe permainan pada umumnya terbagi kedalam 3 jenis, yaitu: bertahan, menyerang dan kontrol. Setiap tipe permainan memiliki raket yang sesuai dengan karakteristiknya, dimana pemain dengan tipe bertahan cenderung menggunakan raket yang berat dibagian frame, pemain menyerang relatif cocok dengan raket dengan raket yang ringan dibagian frame, dan pemain playmaker lebih efektif bila menggunakan raket yang imbang beratnya dibagian frame dan batang.

2. Kekuatan lengan.
Disini kita akan berbicara mengenai bagian lengan yang kita gunakan ketika mengayunkan raket dalam memukul shuttle. Ada beberapa pemain yang cenderung menggunakan ayunan bahu dalam memukul dan tidak sedikit pula beberapa pemain yang menggunakan ayunan pergelangan tangannya. Pemain yang lebih cenderung mengandalkan ayunan bahu cocok menggunakan jenis raket yang berat dibagian framenya, dikarenakan pergelangan tangannya tidak banyak bekerja dalam memukul beban. Tetapi pemain yang menggunakan kekuatan pergelangan tangannya akan lebih cocok menggunakan raket yang memiliki berat ringan dibagian framenya.

3. Ukuran telapak tangan
Ukuran telapak tangan sangat menentukan power pemain dalam melakukan smash, lob atau bahkan defense. Hal ini sangat berkaitan dengan besarnya ukuran grip pada raket. Banyak beberapa pemain yang kurang memerhatikan hal ini, namun semua tergantung kepada selera masing-masing. Menurut pengalaman saya, orang yang memiliki ukuran tangan kecil lebih cocok menggunakan grip dengan ukuran kecil, sehingga memudahkan untuk melakukan kontrol dan genggaman akan lebih mantap dan erat ketika melakukan smash. Dalam produk Yonex, dikenal sistem kode grip dengan istilah G2, G3, G4, bahkan G5. Dan berat diberi kode dengan istilah U3,U4, dan U5.

4. Jenis Shuttlecock yang digunakan



2 comments:

  1. ini ada gambar spesifikasi dan tips memilih raket (gambar resolusi tingg) untuk di cetak digital print buat di tempel di tempat latihan club, atau di gedung umum

    download rar
    http://www.4shared.com/rar/h08AnEFK/tips_memilih_raket.html

    atau cek gambarnya
    gambar 1 http://imageshack.us/a/img96/6604/2d1i.jpg
    gambar 2 http://imageshack.us/a/img707/1582/03jr.jpg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks mas Amrul. Kiranya bisa ditambahkan informasi lain bila ada yang kurang. Cheers

      Delete